search icon

Studi Kasus

Sage Foundation

Kami bersemangat tentang komunitas kami dan memberi orang alat untuk membuat perbedaan

Ini hanyalah segelintir proyek yang didukung Sage Foundation:

 

Pada tahun 2016, Direktur Utama Sage Steve Hare membuat komitmen berisiko.

Dia mengumumkan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang dia benci jika mereka mau mensponsorinya untuk itu – dia mau berlari. Dan bukan hanya joging ringan sesekali – tetapi janji untuk berlari 500k. Tentunya tidak sekaligus.

Ini demi menggalang dana untuk Cramlington Voluntary Youth Project (CVYP), sebuah badan amal kecil yang menawarkan berbagai peluang untuk membantu kaum muda di Inggris Timur Laut. Mereka menyediakan pelayanan yang selamat dan ramah yang memenuhi perubahan kebutuhan kaum muda dari berbagai usia dan kemampuan, lewat bekerja dengan sekitar 250 anak muda setiap minggu.

Steve jelas-jelas Bukan Pelari, dan dia mengaku penonton alih-alih peserta jika menyangkut olahraga. 'Ke gim – tentu saja. Saya bahkan mencoba lebih dengan petualangan naas atas wakeboard pada hari libur' - tapi cuma segitu.

Keluarga dan teman-temannya tidak yakin dengan rencananya. “Saya menghadapi tawa bercampur kekhawatiran terhadap persendian saya.”

Triknya adalah mulai perlahan dan tidak berlebihan, memadukan lari dan berjalan. Tidak selalu mudah - terutama di bulan-bulan musim dingin di tengah hujan dan dingin. Kuncinya adalah mengingat alasan dia melakukannya. “Setiap kali Anda ingin menemukan alasan untuk membatalkan, Anda perlu tahu alasan Anda berlari. Seperti yang dikatakan orang-orang dalam bisnis – temukan alasanmu."

Dan tidak lama, bukan hanya Steve yang menemukan alasannya. Yang awalnya sebagai perjalanan penggalangan dana pribadinya menyebar ke seluruh tim keuangan di Sage, dan kini mengglobal. 

Sebagai gambaran seberapa jauh 500k itu, jarak itu sekitar –

Lima maraton...

56 kali panjang Tembok Besar Cina...

Dan 73 kali panjang Sungai Nil.

Kini, Steve membuat tantangan baru bagi dirinya - guna menaikkan total dananya untuk CVYP hingga £150.000 - sehingga membantu Sage Foundation lebih dekat dengan target ambisius $2 Juta. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu badan amal membangun pusat rekreasi baru - memberikan kesempatan bagi kaum muda yang kurang beruntung di daerah itu untuk bersepeda, berkemah, memanah, berlayar, olahraga air, jalan-jalan ke tempat bersejarah, dan sebagainya; biasanya untuk kali pertama.

Satu hal yang pasti – Steve tidak bisa mengatakan dia bukan pelari lagi.

Bergabunglah dengan Tantangan $2 Juta Sage hari ini.

 

Organisasi nirlaba adalah bisnis. Mereka hanya menjual ide, bukan produk. Mitra Sage Foundation, Literacy Action menjual gagasan bahwa setiap orang dewasa berlatar belakang, keadaan ekonomi, atau akses apa pun berhak atas pendidikan yang tepat.

Didirikan pada tahun 1968 sebagai bagian dari Gerakan Hak-Hak Sipil di Atlanta, Georgia, Literacy Action mengajarkan keterampilan baca-tulis, hidup, dan kerja kepada orang dewasa berpendidikan kurang. Siswa berkisaran usia dari 16 hingga 86 tahun, berasal dari 13 wilayah di Atlanta dan 37 negara, dan mengatur pekerjaan dan anak-anak di rumah.

Lebih dari 2.000 siswa dewasa mendaftar setiap tahun untuk membangun keterampilan dan terus maju. Sekitar 80% siswa memasuki program Literacy Action di tingkat kelas tiga atau di bawahnya; upaya organisasi ini menaikkan tingkat pendidikan, menambah kemampuan kerja, dan memberdayakan orang tua. Setiap hari, Literacy Action mengembangkan secara ekonomi dan sosial orang-orang dewasa yang mampu bekerja.

90% lebih dari $2,3 juta anggaran operasional tahunan Literacy Action berasal dari filantropi, dan Sage Foundation dengan bangga termasuk di antara para pendukungnya.

Tetapi, organisasi nirlaba yang sukses membutuhkan lebih dari sumbangan; mereka membutuhkan solusi teknologi untuk memajukan misi mereka.

Itulah sebabnya hari ini Sage meluncurkan solusi akuntansi waktu nyata pemenang penghargaan Sage Live untuk organisasi nirlaba di Dreamforce. Solusi Sage Live Non-profit akan membantu ribuan badan amal menarik manfaat teknologi canggih dan sumbangan perangkat lunak melalui Sage Foundation.

Berdasarkan pengalaman pasar dan pelanggan, Sage ingin berbuat lebih untuk mendukung badan nirlaba. Dengan anggaran yang ketat dan kebutuhan untuk mendiversifikasikan aliran pendanaan, badan-badan amal besar dan kecil perlu membuat dana berbuat lebih dari sekadar kepatuhan keuangan untuk pelacakan, pengurangan anggaran, dan audit.

Solusi Sage Live Non-profit, yang dibangun pada platform Salesforce1 telah dirancang secara khusus untuk organisasi nirlaba seperti Literacy Action - guna memberi mereka akses ke teknologi dan alat akuntansi awan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, antara lain: neraca, pelaporan Pernyataan Kegiatan Keuangan (SOFA), serta kemampuan pemrosesan umum dan pengelolaan dana.

Literacy Action adalah organisasi nirlaba pertama yang menarik manfaat dari solusi Sage Live Non-profit dan sumbangan perangkat lunak dari Sage Foundation. Badan amal menggunakan perangkat lunak untuk meningkatkan efektivitas dan mewujudkan efisiensi yang memaksimalkan kontribusi donor. Dikombinasikan dengan platform Salesforce - tempat mereka menggunakan Paket Pemula Non-profit – Literacy Action telah mampu mengangkat manajemen keuangannya ke tingkat yang baru.   

"Penting bagi kami untuk memiliki satu pandangan tentang apa yang terjadi di seluruh organisasi pada saat tertentu. Sage Live membuat hal itu sangat mudah. Perangkat lunak ini intuitif dan, karena perangkat ini waktu nyata di cloud, kami tahu bahwa datanya selalu akurat," kata Austin Dickson, Direktur Eksekutif Literacy Action. “Menggunakan Sage Live tidak hanya membuat keuangan kami jauh lebih mudah dari perspektif beban kerja, tetapi platform ini telah membantu kami membangun fondasi tempat kami dapat menumbuhkan skala organisasi. Itu menggairahkan."

Sage Foundation akan memberikan dua lisensi pengguna Sage Live yang disumbangkan kepada setiap organisasi nirlaba, amal, atau sosial yang berhak, dan lisensi lebih lanjut akan menerima diskon 50%. Periksa kelayakan Anda atas sumbangan dan diskon perangkat lunak.

Bergabunglah dengan @Sage Foundation di Twitter dan ikuti percakapan #DF16 #SageLive.

 

Pada Hari Mandela di Afrika Selatan, warga negaranya diminta untuk menyumbangkan waktu 67 menit untuk balas memberi kepada komunitas mereka. Karyawan Sage menerima dengan hati seruan bertindak ini, dan mengorganisir satu hari sukarelawan bersama Afrika Tikkun, sebuah badan amal yang bekerja untuk masa depan tempat anak-anak dan remaja masa kini adalah warga negara produktif di masa depan. Karyawan Sage mendedikasikan hari itu untuk bekerja bersama anak-anak di Diepsloot, sebuah daerah miskin di utara Johannesburg. Diepsloot memiliki tingkat pengangguran kaum muda yang tinggi dan kekurangan dalam program pengembangan anak. Apabila digabungkan dengan status sosial ekonomi daerah tersebut, penduduk di sana merasakan kerusakan dalam susunan keluarga dan kesulitan melihat masa depan yang lebih baik. Lewat kemitraan dengan Afrika Tikkun, karyawan Sage menjalin ikatan dengan anak-anak melalui aktivitas bermain dan pendidikan.

"Bagaimanakah Anda mengukur senyum di wajah seorang anak ketika dia hidup dalam kemiskinan yang sedemikian hina, dan untuk satu pagi, kami membantunya melupakan hal itu?" kata Joanne van der Walt, Manajer Program Sage Foundation untuk Afrika. "Saya sangat senang bahwa kami bersatu untuk merasakan kegembiraan bekerja sukarela dan membuat perbedaan dalam kehidupan anak-anak ini." Sukarelawan menyelenggarakan lokakarya Kesiapan Karier, sehingga menunjang model dukungan “dari buaian ke pekerjaan” yang digagas Afrika Tikkun. Selama lokakarya, karyawan dari Sage berbicara tentang mengelola citra diri di media sosial, menyusun CV yang unggul, dan cara meraih sukses dalam wawancara kerja. Selain itu, sukarelawan Sage membantu anak-anak berusia 4 hingga 8 tahun menghias kue mangkuk dengan lapisan gula dan permen, sehingga menambahkan aspek manis dan kreatif ke hari itu. "Kami pasti akan bekerja sukarela bersama Afrika Tikkun lagi," kata Joanne. “Itu sebuah cara sempurna membantu mereka yang membutuhkan pada Hari Mandela, dan karyawan kami menyukai pengalaman bekerja bersama anak-anak.”